Kembalinya Turki dan Paraguay ke Panggung Dunia: Perjalanan Penuh Drama di Grup D
![]() |
| Kembalinya Turki dan Paraguay ke Panggung Dunia: Perjalanan Penuh Drama di Grup D |
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi saksi kembalinya dua kekuatan sepak bola lama yang telah lama absen dari panggung tertinggi internasional. Grup D menjadi pusat perhatian karena mempertemukan tim nasional Turki, yang kembali setelah 24 tahun (sejak 2002), dan Paraguay, yang kembali setelah 16 tahun (sejak 2010).
Perjalanan kedua tim ini di fase grup penuh dengan ketegangan, rekor unik, dan drama taktis yang memuncak pada salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak Dunia.
Drama di Grup D: Perjuangan Turki dan Ketangguhan Paraguay
Grup D dihuni oleh tuan rumah Amerika Serikat, Australia, Paraguay, dan Turki. Turki datang dengan ambisi besar di bawah kapten Hakan Çalhanoğlu, namun mereka harus menelan pil pahit setelah kalah dalam dua laga pembuka mereka. Kekalahan 2-0 dari Australia dan 1-0 dari Paraguay memastikan eliminasi dini bagi mereka.
Meski begitu, Turki mencatatkan statistik unik dengan melepaskan total 62 tembakan tanpa mencetak gol dalam dua pertandingan tersebut, memecahkan rekor upaya terbanyak tanpa hasil dalam sejarah turnamen.
Di sisi lain, Paraguay menunjukkan karakter pertahanan yang luar biasa kokoh meskipun mengawali turnamen dengan kekalahan telak 4-1 dari Amerika Serikat. Tim asuhan Gustavo Alfaro ini berhasil bangkit dengan mengalahkan Turki 1-0 melalui gol Matías Galarza pada detik ke-64, gol tercepat di turnamen tersebut hingga saat itu.
Pertandingan melawan Turki juga diwarnai drama kartu merah Miguel Almirón, yang menjadi pemain pertama dalam sejarah yang diusir keluar lapangan akibat aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan.
Akhir Perjalanan Turki dan Tiket Lolos Paraguay
Meskipun sudah dipastikan tereliminasi, Turki memberikan kado perpisahan yang manis bagi penggemarnya dengan mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat 3-2 pada laga terakhir grup. Ini merupakan kemenangan pertama Turki di Piala Dunia sejak tahun 2002.
Sementara itu, Paraguay memastikan langkah mereka ke babak gugur setelah bermain imbang 0-0 melawan Australia, lolos sebagai salah satu dari tim peringkat ketiga terbaik dengan koleksi empat poin.
Puncak Kejutan: Paraguay Mengeliminasi Raksasa Jerman
Keberhasilan Paraguay lolos dari "grup maut" ini ternyata hanyalah awal dari kejutan yang lebih besar. Di Babak 32 Besar, mereka harus berhadapan dengan juara dunia empat kali, Jerman, di Boston Stadium.
Jerman yang sangat diunggulkan mendominasi penguasaan bola hingga 75-76%, namun mereka tidak mampu menembus pertahanan rendah (low block) Paraguay yang sangat disiplin. Pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, di mana Jerman sempat mengalami frustrasi akibat gol Jonathan Tah yang dianulir oleh VAR.
Dalam drama adu penalti yang menegangkan, Paraguay akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru:
- Kekalahan pertama Jerman dalam adu penalti di sepanjang sejarah Piala Dunia.
- Kejutan terbesar keempat dalam fase gugur Piala Dunia berdasarkan selisih peringkat FIFA (Jerman peringkat 10 vs Paraguay peringkat 41).
- Kegagalan ketiga berturut-turut bagi Jerman untuk mencapai babak 16 besar sejak juara pada 2014
José Canale menjadi pahlawan dengan mengeksekusi penalti penentu yang menyingkirkan Jerman. Kembalinya Paraguay ke panggung dunia bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa kedisiplinan taktis mampu meruntuhkan dominasi raksasa Eropa.
Paraguay kini melangkah ke Babak 16 Besar untuk menghadapi pemenang antara Prancis atau Swedia dengan momentum moral yang tak ternilai.

Komentar
Posting Komentar
Plisss...
Jangan nyepam (spam), jangan promosi (apapun itu), jangan SARA, jangan OOT...
Mohon kerja samanya, berikan komentar yang berbobot dan bermanfaat bagi semua... ^^