Light rail, moda transportasi solusi kemacetan
Patut ditunggu, 2016 apakah MRT Jakarta akan menggunakan layanan seperti ini.


Pertama-tama marilah kita pelajari berbagai definisi tentang beberapa jenis moda light rail/kereta ringan berikut ini:


1. Trem :

CLRVs 4049 and 4090 Eastbound on King [Public domain], by GTD Aquitaine (Own work), from Wikimedia Commons

Trem adalah moda rel ringan yang beroperasi di perkotaan (cityrail). Rel terletak pada jalan raya bercampur atau terpisah dari moda lainnya. Ditinjau dari peletakan relnya pada jalan raya ada 3 jenis:
  1. Tipe normal. Rel bercampur dengan moda lain/mix zone. Menggunakan rel tipe grooved/beralur.
  2. Tipe bebas. Rel terpisah/separated sebagian dari moda lain seperti jalur busway, beberapa moda masih diperbolehkan lewat seperti bus kota, ambulance, damkar, polisi/army, dll. Menggunakan rel tipe grooved/beralur.
  3. Tipe esklusif. Rel terpisah 100% dari moda lain diletakkan pada median jalan, pinggir bahu jalan, masuk kedalam taman kota, masuk diantara sisi gedung, elevated atau subway. Menggunakan rel tipe vignole/biasa atau grooved pada lawn track.
Di daerah perkotaan/urban, trem mengikuti aturan lalulintas yang berlaku di jalan raya. Daerah layanannya adalah di dalam kota hingga perbatasan kota. Nama lain dari trem adalah streetcar, trolley car, tramcar. Trem yang ditarik oleh kabel biasa disebut cable car, funicular. Umumnya trem bertenaga listrik, meskipun beberapa ada yang bermesin diesel dan gas. Inovasi terbaru adalah trem kapasitor/batere yang bisa mengambil listrik tanpa catenary namun lewat medan magnet dibawah permukaan rel.

Nah, untuk yang menggunakan medan magnet, sistemnya disebut oleh bombardier sebagai primove. Itu diletakkan dibawah permukaan aspal, jadi ada kabel kabel listrik yang berfungsi sebagai primary circuit yang menghasilkan medan magnet primer. Lalu ada bagian pick up coil yang ada di bagian bawah trem berfungsi sebagai secondary circuit.

Cara kerjanya, saat trem berada diatas primary circuit, oleh pickup coil medan magnet diubah jadi listrik lalu disimpan dalam batere. Dari batere lalu digunakan untuk menjalankan trem. Juga ada ultrakapasitor yang menyimpan listrik hasil regenerative braking. Oleh bombardier, sistem penyimpanan energi batere+ultrakapasitor ini disebut mitrac, diklaim mampu menghemat energi sekitar 30% dari sistem trem konvensional.

2. LRT :

PortlandTriMetMAX [Public domain or Public domain], by Nick Schillaci (Alphalife) at en.wikipedia, from Wikimedia Commons

LRT atau Light Rail Transit merupakan moda rel ringan pengembangan lebih lanjut dari trem. Menurut definisi UITP (L'Union Internationale des Transports Publics), LRT adalah moda yang dikembangkan dari tahapan trem ke sistem rapid transit, beroperasi pada jalur sendiri atau berbaur dengan moda lain (mix). Kapasitas angkutnya lebih besar dari trem, tapi masih dibawah MRT. Demikian pula dengan kecepatannya lebih cepat dibandingkan trem karena sebagian besar jalurnya adalah tipe bebas atau ekskusif.

Daerah layanan LRT hampir sama dengan trem yaitu di dalam kota. Meskipun pada beberapa jalur, LRT memiliki cakupan layanan yang lebih luas dan jauh dan berperan seperti kereta komuter pada moda rel berat/heavy rail. Bahkan dibeberapa tempat LRT yang jalurnya full separated grade bermetamorfisis menjadi MRT karena kapasitasnya sudah melampaui LRT pada umumnya. Contohnya adalah Metro manila, Filipina.

3. Interurban :

PennsLanding, by Voogd075 at nl.wikipedia, from Wikimedia Commons

Interurban adalah jenis trem yang melayani area urban-urban, urban-suburban, bahkan urban-suburban-rural. Dengan ukuran dan kapasitas lebih besar, jarang berhenti, kecepatan lebih tinggi, dan waktu singkat, interurban dapat disebut juga sebagai "trem ekspres atau trem komuter".

Jaringan rel di daerah kota menyatu dengan jalur trem/LRT. sementara diluar kota rel menyusuri jalan raya melewati daerah pinggiran/suburban bahkan hingga pelosok/rural. Analog dengan kereta komuter/regional pada moda rel berat, tetapi dalam skala jenis moda dan kapasitas angkut yang lebih kecil.

Dahulu interurban sangat populer dan jaringannya sangat luas hingga ribuan mil diberbagai negara, terutama di Amerika utara dan Eropa. Infrastruktur jalan raya yang masih buruk dan belum adanya teknologi pengaspalan jalan yang baik, menyebabkan jalan raya menjadi tidak bisa dilewati saat musim hujan atau salju karena lumpur yang tebal. Sehingga pilihan terbaik dalam mobilitas antar wilayah urban/kota adalah lewat rel.

Dengan moda rel ringan, maka biaya konstruksi menjadi murah dan cepat pembangunannya. Biaya perawatan dan operasionalnya juga lebih rendah jika dibandingkan dengan moda rel berat (komuter/regional). Lokasi peletakan rel juga berbeda dimana jaringan rel interurban umumnya terletak disepanjang/menempel sisi jalan raya, dibandingkan dengan komuter/regional yang cenderung agak jauh dari jalan raya.

Seiring perkembangan zaman dengan semakin baiknya kualitas jalan raya, layanan interurban lambat laun mulai memudar pesonanya di Amerika utara karena kalah bersaing moda jalan raya yang lebih fleksibel dan efisien seperti mobil dan bus antar kota. Ditambah lagi dengan jaringan relnya yang berada persis dipinggir jalan raya, semakin terancam oleh penggusuran lantaran perkembangan kota yang pesat membutuhkan lahan untuk pelebaran jalan raya.

Sekarang di Amerika jaringan interurban tinggal sedikit sekali jumlahnya. hal yang sama terjadi di Eropa, tetapi jalur yang hilang tidak sebanyak Amerika. di Eropa sebagian layanan interurban bermetamorfosis ke LRT yang lebih modern dan lebih besar kapasitasnya.

Istilah lain dari interurban adalah radial railway, suburban.

4. Tram-train :

RBK 755 tram-train approaching Wolfhagen, by Eastpath (Own work), from Wikimedia Commons

Tram-train merupakan hasil "perselingkuhan" antara trem dengan kereta biasa, terutama komuter. Karena itu jalur yang dilayani juga merupakan kombinasi antara trem dan kereta komuter. Didalam kota, tram-train berfungsi sebagaimana trem menelusuri jalur rel di jalan jalan dalam kota. Setelah melewati batas kota, tram-train bergabung masuk ke jalur kereta komuter, untuk meneruskan operasional sampai daerah suburban atau rural. Kecepatan di jalur kereta komuter bisa cepat sampai 100 km/jam. Sementara di dalam kota menyesuaikan dengan batas kecepatan jalan raya yang berlaku.

Berdasarkan sifat layanannya, tram-train mirip dengan interurban yang melayani mulai dari area urban hingga suburban-rural. Yang membedakan adalah interurban memiliki sendiri jalur rel ringan yang berada di sisi atau menempel sepanjang jalan raya hingga stasiun terminusnya di luar kota.

5. Railbus :

Baureihe 798 752-2, by Thomas Wolf (Der Wolf im Wald) (Own work), from Wikimedia Commons

Istilah railbus lebih mengacu pada bentuk fisik moda daripada jalur layanannya. Railbus adalah moda seperti bus bermesin yang berjalan di rel. Dahulu, ciri ciri railbus adalah tidak punya kabin masinis/ruang sopir. Mirip dengan bus dimana sopir dan penumpangnya berada dalam 1 ruangan. Ciri yang lain adalah railbus tidak punya perangkat bogie. Mirip bus dimana roda/axle terpasang pada chasis/rangka secara kaku/rigid.

Sekarang sulit membedakan railbus dengan trem atau LRT karena railbus generasi modern sudah tidak ada bedanya lagi dengan keduanya. Railbus modern sudah memiliki kabin masinis sendiri, perangkat bogi juga sudah terpasang sehingga menambah kinerjanya sewaktu melintasi rel dengan kecepatan tinggi dan pada saat menikung.

Jalur layanan railbus umumnya adalah sebagai feeder/pengumpan, atau sebagai moda perintis. Beberapa buah railbus yang dirangkai menjadi satu rangkaian disebut railcar. Jalur layanannya pun menjadi mirip dengan LRT yang lebih luas jangkauannya.

6. People mover :

Singapore Crystal Mover, by Img by Calvin Teo (Own work), from Wikimedia Commons

People mover adalah jenis moda rel ringan yang paling kecil. Umumnya people mover tidak memiliki masinis/driver karena adanya kontrol otomatis. Jalurnya full separated grade atau terpisah dari moda lain. People mover umumnya berfungsi sebagai feeder pada area area khusus seperti airport, tempat tempat rekreasi, kawasan superblok, kawasan perbelanjaan, dll. Kapasitas angkut kecil mirip dengan shuttle bus/mikrobus. Beberapa moda people mover dikembangkan sebagai layanan feeder angkutan yang lebih besar (LRT atau MRT).

Istilah lain adalah APM (Automatic People Mover), AGT (Automatic Guideway Transit), GRT (Group Rapid Transit), PRT (Personal Rapid Transit).

The Hiawatha Line light rail in Minneapolis, Minnesota, United States
Manchester Metrolink Tram in Piccadilly Gardens, Manchester, UK
METRORail in Houston, Texas
Like most light rail systems, the Tranvia de Tenerife (Tenerife, Spain) includes some operation at street level, but separated from other traffic

Lihat foto trem/LRT lewat rumput atau taman (lawn track) itu sudah biasa. Lha yang ini LRT nya lewat diatas kolam, mau sekalian mancing kali.... ^^

LRT Metrorail di Houston, Texas.

Light Rail Houston, by User:Maha (Own work), from Wikimedia Commons

METRORail 7, by eschipul (Flickr), from Wikimedia Commons

METRORail, by from Houston, Texas USA (Flickr), from Wikimedia Commons
Foto / gambar gambar Light Rail lainnya ada di sini :
Sumber :
  • Semboyan35
  • Wikipedia
  • The light rail transport association, http://www.lrta.org
  • Komunitas Sejarah Perkeretaapian Indonesia (KSPI)




 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !