" Tanggapan Untuk Farhat Abbas, Kata "aku Indonesia" mungkin tidak begitu tepat karena "Aku Bukan Indonesia, Kita Indonesia". "
Kata "aku Indonesia" tidak tepat karena aku bukan Indonesia,
Tapi KITA INDONESIA


Saya memiliki sebuah filosofi, dan saya menyebutnya dengan filosofi Rautan Berkaca. Kalau anda pernah membeli sebuah rautan bulat yang ada kaca diatasnya, jaman dulu atau mungkin jaman sekarang masih ada, pernahkah anda memikirkan, kenapa rautan tersebut memiliki kaca diatasnya...???

Saya berpikir, mungkin saja orang yang pertama kali menciptakan rautan tersebut ingin memberikan pesan moral bagi kita. Pesan moral yang mengatakan bahwa, "sebelum kita membenarkan sesuatu, lebih baik kita mengaca diri kita sendiri, apakah kita sudah benar atau belum". Pesan ini tidak saya tujukan untuk seorang Farhat Abbas, pesan ini saya tujukan untuk semua orang di Indonesia, semua calon presiden di Indonesia.

Berdasarkan dengan sebuah kata BHINEKA TUNGGAL IKA, "berbeda tetapi tetap satu". Pada saat saya kecil dulu, saya mempelajari di sekolah, bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat yang bisa bergotong royong membangun masjid bersama sama, membangun gereja bersama sama, menghargai antar umat beragama, rasis, suku dan sebagainya, itu adalah rakyat Indonesia yang sebenarnya. Dan itu yang saya pelajari jaman dulu dan saya ingin itu yang tetap saya pelajari untuk anak anak saya, cucu saya dan semuanya, bahwa Indonesia adalah negara yang sangat amat membanggakan.

Yang menyedihkan adalah ketika saya mewawancarai Farhat Abbas, saya bertanya kepada beliau, apa tujuannya beliau menggunakan kata kata yang bisa menyindir banyak orang dengan menggunakan hal rasis...? Dan beliau mengatakan bahwa tujuannya adalah baik, dan beliau tidak pernah mengatakan hal tersebut. Tapi sangat disayangkan karena baru saja saya melihat lagi twitter dari beliau, beliau mengatakan lagi, sekali lagi...!
"Mengapa wakil gubernur Jakarta tidak pindah dari rumahnya sendiri, apakah masih ingin tetap di pemukiman cina...?
Mengapa harus menggunakan kata kata tersebut...???
Kalau seorang pemimpin berkata dan didengarkan oleh rakyatnya, itu bisa memperbaiki sebuah negara atau bisa memecah belah negara apapun tujuannya, baik atau buruk. Hal tersebut, menurut saya tidak layak untuk dikatakan karena apapun tujuannya anggap saja baik tapi hal tersebut bisa memecahkan indonesia.

Indonesia sudah buruk, Indonesia sedang terpuruk, nama Indonesia tidak begitu baik baik amat di mata luar negeri, dan tugas kita sebagai penduduk Indonesia adalah untuk membangun, menyatukan semua rakyat indonesia dari satu tujuan membangun indonesia lebih baik lagi. Bukan untuk merusak, tapi untuk membangunnya lebih baik lagi.

Karena membangun Indonesia bukan tugas seorang pemimpin. Tidak ada seorang pemimpin yang sempurna, tidak ada...!! Sejak Indonesia merdeka, Soekarno, Soeharto, Megawati, Gus Dur, Habibie dan selanjutnya, tidak ada seorang pemimpin pun yang sempurna. Mereka memiliki kelemahannya masing masing dan kita harus bisa melihat kebaikan dari ketidak sempurnaan tersebut. Karena saya yakin, siapapun pemimpinnya akan mengalami hal yang sama.

Indonesia bukan negara yang mudah untuk diperbaiki, tapi dengan tekat yang kuat, kita bisa memperbaiki dengan persatuan tanpa perpecahan. Pelangi menjadi begitu indah ketika warnanya banyak dan menjadi satu bukan karena satu warna. Pelangi menjadi indah karena begitu banyak warna dan warna tersebut berkumpul menjadi satu membuat sebuah paduan warna yang begitu indahnya, yang kita sebut dengan pelangi. Dari ini semua, saya ingin mengajak anda semua untuk berhenti menyalahkan orang lain, berhenti menilai orang lain. Siapa pun itu, termasuk seorang Farhat Abbas.

Mungkin kita harus menilai diri kita terlebih hulu, bagaimana kita membangun Indonesia ini yang sekarang sedang terpuruk dari berbagai sisi, dari berbagai hal, pendidikan, kemiskinan, kejahatan, kesenjangan sosial apapun itu. Bagaimana kita sebagai penduduk Indonesia bisa membangun Indonesia? Jaya dan maju !

Dan satu hal yang ingin saya sampaikan, menggunakan kata kata "aku Indonesia" mungkin tidak begitu tepat karena aku bukan Indonesia, aku hanyalah seorang manusia biasa yang kebetulan lahir di Indonesia dan aku mencintai Indonesia begitu sangat. Aku lahir di Indonesia tanpa perbedaan, dan aku ingin tetap di Indonesia. "Tapi aku bukan Indonesia... Kita Indonesia..!!!"






 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !