SuperVolcano Toba: Gunung api maha dahsyat !


Ilustrasi letusan

Artikel berikut saya dapatkan dari forum kaskus. Artikel ini mencoba untuk menjelaskan tentang Danau Toba yang berkaitan dengan Gunung super Toba atau Supervolcano Toba. Karena artikel ini cukup menarik untuk diketahui, maka saya ingin membagikan artikel SuperVolcano Toba ini ke dalam Wahyudi Blog. Oke, langsung aja kita simak.
-------------------------

SuperVolcano Toba

sejak kompas meluncurkan progam ekspedisi cincin api (ring of fire) euforia gunungapi mulai menggeliat dan disambut dengan berbagai opini baik yang pro maupun yang kontra. tapi saya tidak akan menyoroti opini program tersebut, kali ini saya hanya akan berbagi sependek pengetahuan saya tentang salah satu objek yang juga menjadi bagian dari ekspedisi cincin api tersebut. objek tersebut adalah gunungapi toba.
ada yang bilang toba itu supervolcano (saya juga tidak tau asal muasal istilah ini digunakan) karena istilah ini tidak dikenal dalam kamus vulkanologi. mungkin orang BBC atau Hollywood saja yang membuat istilah supervolcano ini terangkat. interpretasi para ahli banyak menyebutkan bahwa letusan gunung toba ini adalah letusan terbesar dalam satu juta tahun terakhir. dan letusannya jauh lebih dahsyat dari gabungan letusan tambora, krakatau, st.hellens, pinatubo sekalipun.

saya pribadi sebagai praktisi tidaklah lalu meng"iya"kan dan tidak pula menolak interpretasi tentang gunung toba. mengapa? karena tidak ada manusia yang mengalami letusan maha dahsyat yang terjadi pada 74Kya (Kya = ribu tahun lalu) itu. hal ini bertolak belakang dengan letusan tambora & krakatau yang bisa disaksikan sehingga eksistensinya tidak lagi menjadi polemik. erupsi maha dahsyat gunung toba hanya bisa digambarkan dari sebaran material letusannya (debris) dan penteraan dengan teknologi Karbon (kecuali pada lima tahun terakhir, penelitian morfologi toba sudah dimulai).

banyak juga pendapat para ahli yang meyakini bahwa migrasi nya ras manusia (out africa theory) sangat erat kaitannya dengan glasiasi di utara bumi (pada sekitar 70Kya) sebagai akibat dari meletusnya gunung toba di sumatra (bottlenecking mechanism). saat itu penghuni bumi hanya tersisa 2000 orang saja karena letusan gunung toba, karena iklim ekstrim maka mereka bermigrasi keluar dari afrika dan tersebar ke seluruh dunia. maka dari 2000 manusia itulah terjadi multiras dan darisana juga manusia modern (kita) sekarang berasal. sudah banyak pula bukti hasil penelitian yang mendukung teori ini, bahkan homo floresiensis di flores adalah sebuah temuan besar yang semakin menguatkan bahwa teori out of africa benar2 terjadi dan letusan gunung toba lah penyebabnya.

jadi dari sejarahnya saja sudah cukup rumit mengulas gunung toba ini, tapi saya coba mendongengkan toba ini dari sisi kegunungapian saja agar tidak melebar kemana2.....
Danau Toba adalah danau indah dan luas terbentang hampir 100km jarak sisi-sisi terjauhnya. tapi siapa sangka kalau danau ini ternyata adalah kaldera (kawah gunungapi) raksasa penyebab utama bumi mengalami jaman es pada setelah 70Kya. column letusannya mencapai 80km vertikal dengan sebaran material ada pada area 3000km2. bukti2 ilmiah sudah sangat jelas bahwa material produk letusan langsung gunung toba ini ditemukan sejauh india & himalaya. berapa material yang dikeluarkan? perhitungan pada simulasi komputer (dengan memasukkan variabel2 paling akhir) menyebutkan angka 2500km3 total material yang dimuntahkan pada letusan gunung toba (VEI=8) ini. (sebagai gambaran, letusan krakatau (1883) mengeluarkan material sebanyak 18km3 & letusan tambora (1815) mengeluarkan material 150km3).

jika kita ploting lokasi danau toba di peta, maka sebenarnya danau toba ini tidak persis berdiri diatas jalur sesar sumatera. sehingga memang benar adanya jika danau ini terbentuk dari collapse nya gunungapi toba pada 74Kya dalam proses erupsi super besar, maka danau toba saya yakin adalah danau vulkanik. jadi jika ada interpretasi atau hasil penelitian yang menyebutkan danau toba adalah danau non vulkanik (danau yang tercipta dari mekanisme pergerakan sesar mendatar) saya kira tidak benar.

toba memiliki total endapan (ignimbrit) yang sangat luas, saya kira terluas di dunia dengan jumlah sekitar 30.000km2. jumlah sebanyak itu tentulah harus dihasilklan dari sebuah letusan super. itulah sebabnya teori letusan toba 74Kya menjadi "eksis" dan sulit untuk dipatahkan. saya kira pak fauzi (BMKG) adalah sangat sedikit dari orang indonesia yang sangat mengerti betul bagaimana supervolcano toba ini karena disertasi beliau juga berkaitan dengan gunungapi toba ini. (kita patut berbangga ada anak bangsa yang diakui dunia dengan hasil penelitiannya).

saya ingat tahun 2005 lalu (pasca bencana gempa & tsunami aceh) banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa toba akan bangkit kembali sebagai akibat gempa besar aceh (9,2 SR). bahkan tidak tanggung2, ucapan tersebut datang dari seorang profesor geologi Monash University (Australia) dalam sebuah seminar geomagnetism & geomagnetic observation yang diprakarsai oleh BMKG (saat itu masih BMG) dan IAGA. (arsipnya ada di harian suara merdeka 2 april 2005) berikut kutipan prof cas (Ray Cas):

"'Super volcano pasti meledak. Ledakan itu terjadi setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan dahsyat itu akan mengguncang planet ini. kita harus belajar dari bencana tsunami Desember. Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung berapi. dan dalam Waktu Dekat Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah menciptakan kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus ledakan hebat 2.000 tahunan telah tiba waktunya. Para pakar vulkanologi di seluruh dunia sedang mengamati dan menunggu terjadinya bencana besar dalam waktu dekat."

saya tidak sedang menggurui seorang profesor, tetapi karena apa yang diucapkannya sangat spekulatif (mirip dengan media2 yang suka dengan judul2 provokatif) maka saya mencoba melakukan counter.
gempa2 besar memang men-trigger aktivitas vulkanik. pasca gempa aceh (9,2 SR) desember 2004, gunungapi aktif yang berjejer sepanjang sesar sumatera (bukit barisan) satu persatu menggeliat dan naik aktivitasnya. bahkan ada dua gunung di india & myanmar yang ikut naik aktivitasnya (terjadi leleran lava basaltik) sebagai akibat dari gempa di aceh ini. dari fakta2 ini saya kira wajar jika ada yang mengasumsikan toba akan bangkit kembali (seperti prof cas sebutkan diatas). tapi mengapa hingga saat itu tidak ada tanda2 fisik dari bangkitnya raksasa yang sedang tertidur itu (toba)??

gunungapi2 aktif di sepanjang sesar sumatera (bukit barisan) saya kira memiliki sejarah dan kontrol geologi yang sama, yaitu sesar sumatera itu sendiri. faktanya gunungapi2 sumatera lahir dan muncul di celah2 yang ada di sesar besar sumatera. jadi ketika gempa besar 24 desember 2004 di pantai barat aceh (9,2 SR) terjadi saya kira wajar jika aktivitas gunungapi2 sumatera meningkat. ya memang karena fisik, posisi, dan latar belakang sejarahnya dikendalikan oleh eksistensi sesar sumatera.

lain halnya dengan toba, gunungapi toba berada tidak persis di zona patahan gempa (sesar sumatera) sehingga saya yakin tidak ada mekanisme kausalitas secara langsung antara kegempaan sumatera dengan aktivitas gunungapi toba. seperti saya uraikan diawal, mekanisme letusan toba bukan karena aktivitas tektonik, tetapi murni secara independen. kronologis letusan toba berdasar (van bemmerlen 1949) adalah diawali dengan arching-up dataran tinggi batak saat itu (275 x 150 km) yang memiliki komposisi batuan andesitik. lalu terus terangkat & membumbung tinggi dan terjadilah erupsi paroksismal dengan magma sangat asam.

setelah erupsi, runtuhlah puncak toba dan membentuk kawah. kemudian setelah magma chamber kosong, beberapa ribu tahun kemudian migrasi fluida terjadi lagi dan terangkatlah dasar kaldera toba dan menjadi pulau samosir sekarang. jadi pulau samosir sekarang adalah sisa2 runtuhan puncak toba yang collapse pada letusan utama dan terangkat lagi pada ribuan tahun setelahnya. dan jika rekan2 ada yang disekitar sana dan main2 ke gunung pusuk bukit, saya sarankan mampirlah ke area yang ada hembusan solfataranya karena gunung pusuk bukit itu adalah aktivitas terakhir dari gunungapi toba yang sangat legendaris tapi masih tetap misterius…

gunungapi toba sudah diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe C (tidak ada aktivitas letusan sejak tahun 1600), sehingga kita tidak perlu untuk khawatir terhadap ancaman letusan gunungapi ini, paling tidak selama warm age ini (last 10.000 years). saya kira semua ahli kegunungapian sepakat bahwa toba dalam status dormant. saya pribadi justru lebih mengkhawatirkan gunungapi2 lain yang justru sedang dalam proses pematangan morfologi puncaknya menuju letusan (krakatau, papandayan, kelud, lokon, marapi).

logika mudahnya, danau2 vulkanik lain (berumur kuarter di sumatera) meskipun terlihat sebagai danau yang mati, tetapi karena memiliki hubungan langsung dengan sistem tektonik sesar sumatera maka bisa teraktifkan kembali secara tiba2. contoh kongkritnya adalah kasus matinya ribuan ton ikan di danau maninjau dan ratusan ribu ikan mati di danau ranau. kejadian ini adalah sebagai efek langsung pergerakan sistem tektonik indoaustrali vs eurasia yang menyebabkan erupsi sulfida di dasar kedua danau tersebut. mekanismenya adalah keluarnya gas sulfur (S) dari dasar danau yang berakibat ph air danau tidak berimbang (turun < 6) dan juga keluarnya gas metana, CO, sebagai ciri khas erupsi sulfida dari dasar danau2 vulkanik sesar sumatera.

dari contoh kasus diatas bisa dibuat pemahaman: "oleh karena itu, danau toba yang sejarahnya tidak memiliki hubungan langsung dengan sistem tektonik sesar sumatera maka kasus2 seperti diatas tidak akan terjadi di danau toba". kasus matinya ratusan ribu ikan di danau toba pada 2004 (sebulan sebelum gempa besar aceh) lalu pun ternyata bukan karena aktivitas vulknaik dasar danaunya, tetapi karena virus herpez yang menyerang ribuan ikan di danau toba. hanya saat itu memang publikasi & mitigasi bencana ke masyarakat tidak semudah sekarang, sehingga spekulasi & isu2 provokatif banyak beredar berkaitan dengan akan terjadi letusan vulkanik di danau toba.

sekarang jika ada pertanyaan seperti apakah kerucut gunungapi toba pre-eruption 74Kya? berapa tingginya? dll. saya kira akan sulit terjawab karena semakin lama waktu terjadinya maka semakin besar nilai interpretasinya. tetapi jika kita ukur semua sisi2 danau toba yang memiliki ketinggian rata2 1000 - 1400 meter dan tinggi pulau samosir juga +1400m dengan diameter plus minus 90km dari ujung barat laut di sekitar sipiso-piso dan ujung tenggaranya di lagu boti, saya kira tingginya pastilah lebih dari 5000m. tetapi itu kan hanya interpretasi dgn asumsi saya pribadi bahwa toba pre-eruption adalah sebuah kerucut soliter dengan magma tube vertikal dan tanpa kerucut parasit disekitarnya. faktanya saya kira tidak ada yang tau juga.

pada penutup trhead ini, tidak banyak yang bisa saya simpulkan. karena tujuan thread ini adalah hanya berbagi informasi seputar gunungapi toba saja. fakta apakah danau toba terbentuk dalam sekali atau beberapa kali letusan pun sampai hari ini masih misteri, bagaimana mekanisme post-eruption sampai glasiasi (next 1000 years cooling effect) nya pun juga masih menjadi misteri, dan banyak misteri lain yang masih tertutup rapat di tanah sumatera ini. tapi seperti itulah sains. kedinamisan ilmu pengetahuan membuat setiap generasi memiliki kebanggaan dengan revisi2 teori dan penemuan2 baru di masa yang akan datang untuk membuka satu persatu misteri2 disana.

-------------------


Nah, semoga artikel tadi dapat menambah pengetahuan kita khususnya mengenai danau toba dan kegunung apian pada umumnya... ^^

Sumber : kaskus.co.id





 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !