Berbagai pengalaman dan kesempatan yang dialami oleh sejumlah relawan saat menangani anak jalanan, menyimpulkan bahwa tidak hanya materi yang mereka butuhkan. Perhatian, kesediaan untuk mendengar, meluangkan waktu untuk ngobrol, dan terutama kasih sayang – justru menjadi keinginan paling esensial bagi anak-anak kurang beruntung ini.


Aksi filantropi yang seringkali dilakukan hanya sebatas permukaan, seperti membagikan nasi bungkus, pengobatan gratis, ke taman hiburan – hanya bersifat sementara. Rasa lapar kembali menyerang saat makanan selesai disantap.

Gizi buruk kembali diidap saat vitamin yang dibagikan habis. Kesepian kembali menyergap, saat mereka dipulangkan kembali ke rumah dipannya yang sederhana.

"Kami ingin memberikan yang terbaik buat negara ini, semoga negara ini pun bisa memberikan yang terbaik buat kami."



Keceriaan Mereka Menyambut Kami datang

Semangat Mereka...






Berbagi Bersama...




Walau Kami Kelaparan Tetapi Kami Masih Menghargai Negara Ini...








Namun Setelah Keceriaan Itu Pergi...






"kakak-kaka mainlah kerumah kami,
walaupun bau busuk sampah,
walaupun malaikat catat amal kami
sambil tutup hidung,
temani kami menanam disana,
hingga tumbuh menjadi nyata...

Kami memang tinggal di jalanan,
tapi kami seperti anak-anaknya yang lainnya juga.
Yang suka berbagi cerita,
yang suka bermain bersama,
yang suka belajar.
Salam sahaja! Salam bahagia!

Kegiatan belajar rutin :
Selasa-Kamis-Sabtu.
tapi ternyata belajar tidak bisa dibatasi oleh angka waktu,
jadi kami siap belajar di hari apapun

Syarat ke tempat kami :
Bawa senyum,
bawa cerita,
sisanya mari bersenang-senang bersama

Rumah belajar kami ada di Jalan Ciroyom bandung
(dekat Indomaret)"

Maju terus, pantang munduuuuur...!!!



Nyatakanlah kepedulian dan kesediaan Anda menjadi sahabat bagi mereka


Original posted by : KASKUS.us




 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !