Beberapa waktu lalu saya mendapat artikel yang menarik di situs berbahasa inggris yang cukup informatif. Di artikel itu membahas tentang evolusi laptop dari pertama kali hingga menjadi seperti sekarang ini. Tak disangka dulu laptop begitu berat, besar dan nampak tak seperti “laptop” yang dikenal sekarang ini. Bahkan saat ini laptop pun bisa dimasukkan ke dalam jeans, jika dulu anda melakukan hal ini, saya tidak yakin akan menjadi seperti apa jeans anda :p


Portability adalah kunci paling kuat yang membuat laptop mampu bertahan hingga sekarang disamping performa yang maksimal mendekati desktop PC. Namun saat ini kunci kesuksesan laptop terlihat bercabang, dan tidak hanya mengandalkan portabilitas ataupun ukuran saja, faktor powerful, stylish, dan sexy pun seakan wajib untuk menjadikan sebuah laptop memiliki banyak konsumen. Namun jangan salah, laptop-laptop sexy dan stylish yang saat ini menduduki puncak penjualan laptop, dulunya merupakan sebuah perangkat komputer yang sangat besar, berat, dan performanya sangat jauh dari lumayan, dan itu terjadi sekitar tiga dekade lalu. Dan kini “dumb Goliath” itu telah berubah menjadi “the smart David”.

1970 – 1981 : Awal mula ide mengenai portabilitas

Ini merupakan poin penting hingga saat ini dimana laptop pertama diluncurkan. Di tahun 1970, muncul ide untuk menciptakan sebuah komputer pribadi (personal computer) yang portable, ide ini diusulkan pertama kalinya oleh Alan Kay melalui Xerox PARC. Dengan mempublikasikan sebuah paper mengenai PC portable, namun ternyata ide itu belum mendapat respon positif, hingga di tahun 1981 laptop portable yang menjadi kakek buyut seluruh laptop di dunia itu pun baru terlahir dengan nama Osborne 1. Laptop ini diproduksi oleh Adam Osborne salah satu orang yang ikut andil dalam publikasi paper tersebut. Dan tebak, berapa berat dari laptop pertama ini? 11 Kg… tunggu untuk kejutan berikutnya, dan sekarang tebak berapa inch layar dari Osborne 1? hanya 5-inch… Mungkin saat itu rasanya seperti membawa ponsel seukuran CPU, bahkan lebih berat lagi.


Saat itu Osborne dibekali dengan koneksi elektrik yang dilengkapi dengan optional backup battery, memakai dua 5 ¼” floppy drives, port modem, keyboard, battery pack dan label harga $1800 yang menempel di boksnya. Apa yang anda pikirkan? tentu dengan proporsi seperti itu, butuh tenaga yang benar-benar kuat untuk membawa laptop ini seharian, kecuali anda seorang atlit Sumo :P

1981 – 1984 : Gavilan’s First Tries And IBM

Namun kemudian Gavilan Mobile Computer hadir. Tidak hanya menjadi satu-satunya prototype yang paling menyerupai dengan bentuk laptop saat ini dengan desain clamshell case-nya, namun beratnya yang hanya 4 Kg dan mampu bertahan hingga 9 jam dengan baterai nickel-cadmium menjadikan Gavilan yang paling unggul dan mampu memadukan antara performa dan desain di tahun 1983. Satu lagi nilai plus dari produk Gavilan ini adalah mobile PC pertama yang diluncurkan dan dipasarkan dengan nama “laptop”.


Sejak munculnya Osborne 1, menjadi titik dimana seseorang yang saat ini sangat akrab di telinga kita, yaitu Bill Gates memperkenalkan sebuah ide dimana portable computer dilengkapi dengan LCD screen. Kazuhiko Nishi dari Microsoft yang kemudian merealisasikan ide tersebut menjadi prototype Radio Shack. Dengan berat 2 Kg, Radio Shack TRS-80 Model 100 Mobile Computer hadir dengan fitur modem, telecommunications program, text editor, dan sebuah program yang dibuat oleh Microsoft.


Saat Radio Shack menjadi batu pijakan untuk membentuk laptop saat itu menjadi seperti laptop sekarang ini, IBM “justru” mengembangkan Portable PC 5155 di tahun 1984. Mengapa saya mengatakan “justru”? karena produk IBM itu tidak sekalipun menjunjung tinggi asas portabilitas dengan beratnya yang mencapai 13,6 Kg dan dengan layar 9-inch dibandrol “sangat bijak” dengan harga $4000 tanpa baterai didalamnya. Supaya anda saat itu berpikir dua kali untuk membelinya, dan lebih memilih membeli produk IBM lain beberapa dekade kemudian saat IBM sudah benar-benar sadar dengan kesalahan besarnya saat itu.


1984 – 1988: Compaq Steps In

Setelah itu kemajuan laptop menjadi sedikit melambat, karena banyak perusahan laptop tidak sepakat dengan bentuk sebuah laptop, dan sibuk mendefinisikan bentuk dan spesifikasi dari laptop nenurut mereka masing-masing. Untung saja itu tidak berlangsung lama, karena Compaq berhasil memasang mata angin penunjuk arah harus dibawa kemana segmen laptop ini, dengan produknya Compaq SLT 286 beresolusi VGA, yang dilengkapi 1.44 floppy drive dan 286 processor. Dan berat 6Kg, sudah cukup baik dimasanya, Compaq melakukan sebuah terobosan penting di sejarah laptop.


1989 – 1993:  NEC, Zenith’s MinisPORT dan Macintosh pertama

Saat itu NEC hadir dan merubah trend berat laptop dengan memperkenalkan produknya NEC UltraLite model, laptop pertama dengan full-function MS-DOS-based portable computer yang beratnya hanya 2 Kg. Langkah selanjutnya dari perkembangan laptop dan menjadi masa revolusi terbesar dari laptop terjadi di tahun 1990-an. Ini dimulai dengan munculnya Minisport yang dibuat oleh Zenith Data Systems, Miniport mempunyai sejulah fitur seperti 640 kb RAM, 1.44-inch floppy drive, 2400 baud modem dan 20MB ESDI hard drive. Mungkin kini anda bisa sedikit tersenyum saat melihat spesifikasi laptop ini, namun bayangkan jika anda ada di masa itu, tepatnya di tahun 1989, tentunya anda akan berdecak kagum melihat laptop yang sudah menggunakan layar LCD ini.


Dan langkah paling besar di era ini dilakukan oleh pabrikan laptop baru (saat itu), yaitu Macintosh dengan Macintosh Portable-nya. Walaupun beratnya hampir 8 Kg, namun desainnya sangat kokoh dan kuat. Secara keseluruhan laptop ini terlihat high end dan begitu manis, dengan layar 9.8-inch active matrix, resolusi 640×400 pixel, dan sebuah trackball. Setelah Macintosh Portable hadir, sudah dapat dipastikan era 90-an menjadi era dimana laptop benar-benar menjadi sesuatu perangkat komputer yang “berkualitas” dan di tahun-tahun ini pula menjadi tahun penemuan jati diri laptop yang sesungguhnya, dimana kebutuhan dapat diimbangi dengan teknologi yang sepadan.


Sejak tahun 1993, layar 256-color menjadi pilihan yang baik untuk laptop di kala itu, contoh saja PowerBook 165c. Walaupun masih jauh sekali dibandingkan kualitas laptop saat ini, yang sudah mampu menampilkan jutaan warna, lebih baik, lebih ringan, dan jauh lebih fleksibel baik desain maupun performa dengan tambahan fitur seperti CD-ROM. Di tahun-tahun ini perkembangan laptop cukup baik, titik temu antara kebutuhan konsumen dan kemampuan laptop mulai terjalin erat, walaupun dari segi harga belum ada titik temu yang sesuai dengan daya beli kebanyakan konsumen. Dan disinilah peran teknologi sedang diuji.


1996 – 2003 : ToughBooks dari Panasonic dan Intel processors

Tepatnya di tahun 1996 inilah Panasonic membuat sebuah langkah besar dengan memperkenalkan lini laptop mereka yang fokus di segmen robust mobile computer, yaitu dengan laptop andalannya Toughbook (CF-25). Didesain dengan kemampuan “bertahan” yang lebih, laptop ini diklaim aman saat dijatuhkan dari ketinggian 70cm, tahan debu, ataupun udara lembap. Ini jelas sekali menandakan Panasonic berniat untuk sedikit menambah kiblat laptop dan market laptop saat itu. CF-25 sepertinya sangat cocok untuk aktifitas militer, dengan aluminium alloy melapisi case-nya, kesan kokoh dan kuat, ditambah performa yang handal.


Beberapa tahun kemudian, di tahun 2003, dunia akhirnya menemukan piece terakhir dari susunan puzzle laptop dengan dirilisnya Pentium M processor oleh Intel yang menyuguhkan performa dan kemampuan low-power yang ajaib. Sejak saat itulah tren laptop berubah drastis, bukan hanya tentang performa, namun juga faktor harga yang sejak belasan tahun menjadi kendala akhirnya terpecahkan juga. Sehingga sejak saat itu konsumen benar-benar memperoleh apa yang mereka mau.

Nowadays .. Light as Air, tiny as (Net) Books

Beranjak beberapa tahun kedepan, hampir semua laptop dibekali dengan Wireless connectivity baik Bluetooth ataupun Wi-Fi, DVD drives, advanced graphics cards, layar wide-screens ataupun layar “pocketables”, yang kesemuanya membuat laptop pertama dunia, Osborne 1 dan penerusnya sekarang seakan seperti teori Darwin. Dengan Tablet PC dan ultra mobile PC yang mulai berburu konsumen, nampak arah gerak laptop yang desainnya semakin kecil, manis, dan keren dibanding sebelumnya.


Dan kemudian Netbook muncul di tahun 2007 dan dikenal juga dengan sebutan mini laptop. Pada awalnya Netbook dibuat untuk mengeksekusi aplikasi web sederhana, seperti email ataupun web browsing. Netbook menjadi gadget yang sangat nyaman dan pas untuk dibawa traveling ataupun sekedar jalan-jalan keliling kota ataupun surfing di coffe shops dan area hot spots.
Akan tetapi nampaknya masa depan menjanjikan banyak hal yang lebih ajaib lagi, jauh…jauh dari perkiraan kita, hal yang tak pernah sedikitpun terpikirkan 20 tahun yang lalu bisa saja ada di hadapan kita saat ini, misalnya sebuah laptop yang bisa dimasukkan ke dalam amplop, dan kini sudah ada MacBook Air.


Cukup banyak concept laptop yang sedang dimatangkan saat ini, seperti Canova Dual Screen Laptop yang menampilkan teknologi uber-cool two screens, multi sensitive touch screen, secara garis besar hampir mirip dengan buku sungguhan. Ada juga DesCom yang cukup innnovative, dan masih ada lagi Compenion dan LG Ecological Laptop yang mungkin akan segera terwujud beberapa tahun kedepan.

And the future …

Dan inilah pilihan kami yang paling ditunggu sebagai “the future laptop” selanjutnya, VAIO Zoom, concept laptop yang menggunakan teknologi holographic pada layarnya. Sehingga saat laptop ini di shutdown, layar akan benar-benar terlihat transparan seperti lapisan kaca. Dan ini yang kami sebut dengan teknologi masa depan yang berawal dari mimpi.



Artikel ini diambil dari blog.anugrahpratama.com
Baca artikel aslinya