Ternyata di negara Jepang sana, senyum itu sangat berharga, sangat penting, dan diwajibkan untuk tersenyum terutama bagi mereka yang bertugas untuk melayani publik. Peraturan di negara itu sangatlah ketat karena semua karyawannya haruslah ramah dan murah senyum kepada siapapun, dan apabila terbukti ada  seorang karyawan yang kurang senyum maka dia akan diberikan peringatan untuk bisa lebih tersenyum lagi. Jadi buat teman teman semua yang ingin bekerja di Jepang, mulai sekarang nih... mumpung belum berangkat, rajin rajinlah tersenyum karena saat ini di Jepang hanya menerima karyawan dengan senyum yang sempurna.

Untuk mendukung program ini, Pemerintah di jepang memasang komputer di setiap kantor untuk mengecek atau memeriksa seberapakah tingkat senyum para pekerja disana.


Komputer tersebut dilengkapi dengan software khusus yaitu "Smile Can" dikeluarkan oleh perusahaan elektronik terkemuka OMRON. Sebenarnya software "Smile Scan" sudah banyak kita jumpai terutama di dalam kamera digital model terkini tetapi software tersebut hanya membedakan anda sedang tersenyum atau tidak sedangkan software dari OMRON ini akan memberitahu seberapa bagus senyum anda yang akan diukur dalam persentase mulai dari 0% - 100%.


Dengan menggunakan teknologi 3D Face Mapping Surface, hasil yang didapatkan akan akurat meskipun orang yang diukur tidak sedang menghadap ke kamera atau agak miring-miring asal keliatan deh mukanya (jangan tampak belakang). Skala yang diberikan dari 0% hingga 100%.
Selain itu, fitur lainnya adalah melakukan pengecekan secara langsung terhadap beberapa wajah sekaligus. Waktu prosesnya kurang dari 0.044 detik (menggunakan PC dengan prosesor Pentium 4 3.2 GHz.


Software ini lebih ditujukan untuk kepada perusahaan yang menginginkan setiap karyawannya selalu mempunyai senyuman yang indah, terutama bila berbicara para karyawan / wati yang berhadapan langsung dengan para pelanggan.

Bahkan sebuah perusahaan kereta api Jepang telah memberlakukan sistem ini untuk memeriksa apakah karyawannya sudah cukup tersenyum atau belum. Peralatan komputer ini akan dipasang di 15 stasiun kereta api di Tokyo untuk mengukur, apakah lingkaran senyum para karyawan memang sudah cukup besar.

Sistem ini juga akan diterapkan di sebuah rumah sakit di Osaka untuk memastikan agar para staf sudah cukup bersahabat. Selain di rumah sakit, sistem ini rencananya akan dipasang di tempat pemberhentian truk untuk melihat, apakah para sopir sudah lelah atau belum.

Di kompas.com telah dijelaskan bahwa Jepang amat menghargai layanan yang baik kepada para pelanggan. Dalam layanan kereta api, misalnya, para kondektur diharuskan berpakaian rapi dan menunduk hormat, baik jika pelanggan masuk, maupun keluar dari gerbong.

Dan memang benarkan...
apabila kita datang disebuah kantor, mall, stasiun atau yang lainnya dan kita disambut dengan wajah yang "asem", "Kecut", dan tidak bersahabat pasti rasanya jengkel kan...? hal itu membuat kita malas untuk kembali lagi di tempat itu dan apabila kita harus kembali ditampat itu pasti berharap "semoga jangan ketemu orang yang kemarin".

Program yang seperti inilah yang patut dicontoh oleh pemerintah Indonesia untuk memperbaiki pelayanan publik.
Apakah teman teman setuju...?

Nah... kalo yang berikut ini pasti teman teman semua pasti sudah sangat kenal dengan senyuman seperti ini...


anak anak aja tau...
he...
emang khas banget...


Diambil dari berbagai sumber seperti :
http://www.otakku.com/index.php/2009/02/13/software-smile-can-dari-omron-akan-memberitahu-seberapa-indahnya-senyuman-anda/
http://warnadunia.com/software-pengukur-senyuman/
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/13/07170482/Kini.Ada.Alat.Pengukur.Senyum.