Artikel kali ini saya mencoba mengambil kisah perjalanan David Thornhill dari "World Steam" yang melakukan perjalanan di Pulau Jawa tahun 1973. Pada saat itu, di Pulau Jawa masih ada kereta uap kuno yang masih beroperasi sehingga menarik perhatian David untuk mendokumentasikannya. Berikut beberapa hasil karya David :


Class B51 2 cylinder compound 4-4-0 No. B51 35; Pegawai PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) sedang melakukan persiapan untuk memulai perjalanan dari Tanahabang menuju Rangkasbetung Jawa Barat. Selasa 17 Juli 1973.

.....


4-6-4WT No. C27 35; Kepulan asap hitam tebal dari loko no. C27 35 yang sedang menarik loko C27 10 membubung tinggi di Stasiun Tanahabang hari Selasa 17 Juli 1973.
.....


4-6-4WT No. C27 05; Loko dengan nomer C27 05 baru saja menjalani pencucian ketel uap di depot Tanahabang dan sekarang sedang dilakukan pengisian ulang ketel uap melalui selang, Selasa 17 Juli 1973.
.....


C300 Class 0-6-0D No. C300 01; Berjalan melewati kerumunan orang di dekat Stasiun Tanahabang dengan membawa penumpang dari Stasiun Jakarta Kota. Masyarakat menggunakan jalur kereta itu sebagai jalan umum, berdagang dan melakukan aktivitas sehari harinya. Selasa 17 Juli 1973.
.....


Pemandangan ini nampaknya sudah terjadi sejak lama dimana masyarakat melakukan aktivitas sehari harinya dekat dengan jalur kereta api. Pemandangan ini terjadi di Stasiun Tanahabang, Jakarta Selatan. Seakan hilang di lautan manusia, kereta api dengan loko No. BB300 16 dari Rangkasbetung tiba di Stasiun Tanahabang. Terlihat di pinggir jalur kereta api terdapat tenda tenda untuk berjualan dan terlihat pula Stadion yang baru dibangun untuk ajang Asian Games. Selasa 17 Juli 1973.
.....


B51 class 4-4-0 No. B51 35; Berangkat dari Stasiun Tanahabang menuju ke Rangkasbetung saat sore hari dengan penumpang yang penuh sesak. Selasa 17 Juli 1973.
.....


4-6-4WT No. C27 35; Menunggu untuk tugas berikutnya di Stasiun Tanahabang pada pagi hari, Rabu 18 Juli 1973.
.....


PNKA 4-4-0 No. B51 24; Tiba dari Rangkasbetung dan berhenti di Stasiun Tanahabang diantara kerumunan orang yang berkeliaran di sekitar Stasiun sebelum melanjutkan perjalanan ke stasiun terakhir. Rabu 18 Juli 1973.
.....


PNKA 4-4-0 No. B51 24; Tiba dari Rangkasbetung dan berhenti di Stasiun Tanahabang diantara kerumunan orang yang berkeliaran di sekitar Stasiun sebelum melanjutkan perjalanan ke stasiun terakhir. Rabu 18 Juli 1973. (Diambil dari atas)
.....


2-6-0T No. C11 18; Salah satu kereta uap tertua di pulau Jawa. Loko ini tidak dalam keadaan hidup namun jika dilihat dari roda yang mengkilap menandakan bahwa kereta tersebut baru selesai digunakan. Coba perhatikan wadah kayu bakar di atas tungku telah kosong. Kamis 19 Juli 1973.
.....


2-6-0T No. C11 18; Salah satu kereta uap tertua di pulau Jawa. Loko ini tidak dalam keadaan hidup namun jika dilihat dari roda yang mengkilap menandakan bahwa kereta tersebut baru selesai digunakan. Coba perhatikan wadah kayu bakar di atas tungku telah kosong. Kamis 19 Juli 1973.
.....


PNKA 2-8-8-0 No. DD52 03; Terlihat anak anak kecil sedang membantu pegawai yang tengah memutar lokomotif di Tjibatu. Lokomotif tersebut dipersiapkan untuk melakukan perjalanan dari Tjibatu menuju Tasikmalaya. Kamis 19 Juli 1973.
.....


DD52 class 2-8-8-0 No. DD52 03; Tengah dipersiapkan untuk membawa rangkaian kereta dari Tjibatu menuju Tasikmalaya. Masyarakat sekitar tampak antusias menyaksikan kereta dengan asap hitam pekat mengepul di udara tersebut sebelum kereta itu diberangkatkan. Kamis 19 Juli 1973.
.....


Mallet 2-6-6-0T No. CC10 30 sedang dipersiapkan di depot Tjibatu untuk selanjutnya melakukan perjalanan menuju Tjikadjang. Kamis 19 Juli 1973.
.....


Mallet 2-6-6-0T No. CC10 30 baru saja dipersiapkan di depot lokomotif Tjibatu untuk melakukan perjalanannya ke Tjikadjang dan sekarang lokomotif ini bergerak menuju Stasiun untuk memasang rangkaiannya. Kamis 19 Juli 1973.
.....


Mallet 2-6-6-0T No. CC10 30 berangkat dari Tjibatu dengan gerbong kereta api campuran menuju Garut dan Tjikadjang. Rangkaian ini meninggalkan Tjibatu pada pukul 12:35 dan mungkin agak terlambat sampai tujuan. Kamis 19 Juli 1973.
.....


2-8-8-0 Mallet No. DD52 03 akhirnya mulai menjauh dari Tjibatu pukul 12:15 dengan membawa beberapa gerbong kereta barang menuju Tasikmalaja pada tanggal 19 Juli 1973 Kamis. Untuk jalur yang lebih tinggi yang tampak di sebelah kiri adalah jalur yang menuju Garut dan Tjikadjang.
.....


DD52 class 2-8-8-0 No. DD52 03 menempuh perjalanan dari Tjibatu menuju Tasikmalaja dengam membawa gerbong kereta barang namun didalamnya penuh dengan penumpang baru saja memasuki wilayah Stasiun Malangbong. Disitu juga terlihat seseorang sedang menggembalakan kerbaunya di pinggir rel kereta api. Kamis 19 Juli 1973.
.....


PNKA DD52 class 2-8-8-0 Mallet No. DD52 03 baru saja tiba di Stasiun Malangbong dari Tjibatu. Dengan kondisi kereta yang sudah penuh penumpang mereka melakukan bongkar muat barang. Kamis 19 Juli 1973.
.....


PNKA DD52 class 2-8-8-0 Mallet No. DD52 03 baru saja tiba di Stasiun Malangbong dari Tjibatu. Dengan kondisi kereta yang sudah penuh penumpang mereka melakukan bongkar muat barang. Kamis 19 Juli 1973.
.....


Setelah berhenti di Stasiun Malangbong untuk beberapa saat untuk bongkar muat barang, 2-8-8-0 Mallet No. DD52 03 melanjutkan perjalanannya kembali menuju Tasikmalaja. Rangkaian kereta ini berangkat dari Tjibatu pada pukul 12:15 dan diperkirakan sampai ke Tasikmalaja pada pukul 15:50 meskipun kereta ini berjalan agak lambat. Kamis 19 Juli 1973.
.....


DD52 Class 2-8-8-0 Mallet No. DD52 03 dari Tjibatu tujuan Tasikmalaja, mendekati Tjipeundeuj di pegunungan selatan Jawa Barat pada sore hari. Kamis 19 Juli 1973.

Sumber: http://plumbloco.smugmug.com



 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*





Visit Wahyudi Blog !