" Khasiat mengkudu diperoleh apabila mengonsumsi air sari perasan buahnya. Mahasiswa MIPA UNY mengubah mengkudu menjadi agar-agar sebagai camilan. "
131220141115-cara-asik-konsumsi-mengkudu.jpg

Mengkudu, buah yang bisa dengan mudah ditemui di sekitar kita ini sudah lama diyakini sebagai obat herbal yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Teknologi di bidang medis telah mampu menghadirkan manfaat mengkudu yang dikemas dalam produk kapsul untuk dikonsumsi.

Dalam tradisi pengobatan, khasiat mengkudu diperoleh apabila mengonsumsi air sari perasan buahnya. Hanya saja, jika mengkudu ini diperas untuk dijadikan minuman, alias dibuat jus, bau khas buahnya memang masih menyengat saat dikonsumsi. Sehingga, bagi sebagian orang, mengonsumsi jus mengkudu dirasa agak mengganggu.

Namun, ditangan mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, mengkudu tersebut, dibuat menjadi agar-agar. Dengan begitu, agar-agar ini bisa dikonsumsi sebagai camilan alternatif pembangkit stamina.

Adalah empat mahasiswa FMIPA UNY, antara lain Wulan Sari Ningsih, Purnama Sari Pargusta, Wening Nurwulan, Septika Wuri Setyo Palupi, yang memperkenalkan terobosan dalam pengolahan mengkudu menjadi agar-agar kering sebagai bahan pangan yang kaya serat ini.

Pada pembuatan agar-agar ini, mengkudu yang digunakan adalah yang sudah matang. Ciri-cirinya buah sudah tidak keras lagi.

Pengambilan ekstrak mengkudu dilakukan dengan melarutkannya dengan air 200 mililiter. Untuk mengkudu yang masih mengkal, di ambil daging buahnya kemudian diblender.

Menurut Wulan, proses ini menghasilkan 50 gram ekstrak mengkudu yang larut dalam 200 ml air. Kemudian, ditambahkan bubuk agar-agar sebanyak 10 gram dan gula 125 gram. Semua bahan kemudian dipanaskan hingga mendidih. Setelah matang dan kompor dimatikan, agar-agar mengkudu langsung dituangkan ke wadah pencetak dan didiamkan hingga mengeras.

Setelah itu, dilakukan proses pengeringan. Dengan cara agar-agar dipotong dengan ukuran 1 centimeter x 1 cm, dengan ketebalan 0,7 cm dan dijemur di bawah terik matahari hingga agar-agar kering.

Agar-agar yang dijemur dibawah terik matahari ini tidak menjadi tempat perkembangbiakan jamur dan bakteri, karena ada gula yang secara alami menjadi bahan pengawet dari makanan, sehingga terhindar dari bakteri.

Agar-agar yang sudah kering ditandai dengan adanya lapisan gula yang keluar dari hasil penjemuran. Baca selengkapnya hanya di http://viruspintar.blogspot.com/

"Pembuatan agar-agar kering biasa dilakukan dengan perbandingan sama, hanya tanpa digunakannya ekstrak mengkudu," ujar Wulan.

Wulan menambahkan, ia telah melakukan pengujian serat pangan untuk membandingkan antara agar-agar kering biasa tanpa mengkudu dengan agar-agar kering sari buah mengkudu.

Berdasarkan hasil analisa perbandingan, diketahui bahwa agar-agar kering mengkudu memiliki kandungan serat satu persen lebih tinggi dibandingkan agar-agar kering tanpa mengkudu.

"Hasil di atas dapat diartikan bahwa dalam 100 gram agar-agar mengkudu terdapat 4 gram serat pangan. Sehingga, dalam satu gram agar-agar kering mengkudu mengandung 0,04 gram serat pangan. Maka setiap potongan agar-agar 2-3 gram terdapat kurang lebih 0,1 gram serat pangan pada setiap potong," kata wulan.

Setelah melalui tahap pemanasan. Dilakukan uji vitamin C terhadap agar-agar kering mengkudu. Berdasarkan uji yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa kadar vitamin C pada 100 gram agar-agar buah mengkudu adalah 61,2379 miligram pada ulangan 1 dan 62,6297 mg pada ulangan 2.

"Berdasarkan hasil tersebut, pengonsumsian 100 gram agar-agar kering mengkudu mencukupi kebutuhan vitamin C untuk pria dan wanita dalam fungsinya membangkitkan stamina, vitamin C membantu mengembalikan fungsi sel-sel yang rusak dan membantu menambah energi," katanya.


 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !