" Kalau ada survei kepada pria tentang kalimat apa yang paling sering diucapkan perempuan dan membuat mereka bingung, salah satu jawaban teratas adalah: "Aku nggak apa-apa, kok." Oke, mungkin itu adalah jawaban kedua selain ‘terserah’ yang udah pasti menempati peringkat pertama. "
Di Balik Kalimat 'Aku Baik-baik Saja'

Kalau ada survei kepada pria tentang kalimat apa yang paling sering diucapkan perempuan dan membuat mereka bingung, salah satu jawaban teratas adalah: Aku ra popo atau "Aku nggak apa-apa, kok." Oke, mungkin itu adalah jawaban kedua selain 'terserah' yang udah pasti menempati peringkat pertama. Mereka menganggap bahwa jawaban tersebut sangat ambigu dan memiliki begitu banyak arti—yang kemungkinan besar negatif dan akan membawa mereka kepada pusaran mood perempuan yang nggak bisa diprediksi ke mana arahnya.

Banyak juga pria yang ketika mendengar seorang perempuan berkata "nggak kok, aku nggak apa-apa" malah akan langsung memutar bola mata, menghela napas, dan mulai menerjemahkan apa arti kalimat barusan menjadi bahasa normal.

Yes, I know it, gentlemen.

Padahal mungkin aja sesungguhnya, para perempuan, nggak memiliki maksud tersembunyi di balik kalimat sederhana tersebut. Kemungkinan bahwa perempuan sesungguhnya memang ‘nggak apa-apa’ kayaknya nggak pernah kepikiran di kepala para pria.

Dalam beberapa kesempatan ketika si perempuan sendiri mengatakan, "Aku nggak apa-apa, kok. I’m fine," kepada pasangan adalah memang karena si perempuan sendiri merasa baik-baik saja. Nggak ada pesan yang harus diterjemahkan dari kata-kata tersebut. Sesederhana itu. Mungkin si perempuan sedang mengalami PMS akut, tapi selebihnya si perempuan tersebut baik-baik saja. Dan untuk menjelaskan bagaimana rasanya, akan membutuhkan banyak energi dan terlalu capek untuk menjelaskan lebih jauh.
Sering juga perempuan lagi sebal terhadap sesuatu atau seseorang—bos di kantor, anak buah keras kepala, jalanan macet, masalah dengan sahabat atau orang tua, atau berbagai macam hal lainnya—dan itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan pasangan si perempuan tadi. Ada hal-hal yang nggak bisa dibicarakan, bahkan dengan pasangan sekali pun. Kadang pihak perempuan nggak mau membicarakannya dengan pasangan lebih karena itu menyangkut privasi seseorang atau kayaknya nggak pantas aja buat dibicarakan dengan orang lain. Biasanya pihak perempuan hanya akan mengatakan, "Nggak, aku baik-baik aja. Ini bukan tentang kamu juga. Cuma aku nggak bisa cerita." Ini supaya pasangan si perempuan mengerti bahwa perubahan tiba-tiba dalam sikap pasangannya bukanlah kesalahan dia—atau kesalahan orang lain.

Kadang perempuan mengatakan, ‘aku nggak apa-apa’ padahal sebenarnya ada apa-apa. Hanya saja dia lagi berpikir untuk menyampaikan suatu hal yang dia nggak tau bagaimana sebaiknya menyampaikan hal tersebut tanpa:
  1. membuat dia terdengar menyebalkan seperti cewek-cewek di sinetron, 
  2. menyinggung perasaan pasangan saya.
Emang, itu nggak gampang. Jadi, ketika pasangan si perempuan merasa aneh karena istri/pasangannya yang bawel banget tiba-tiba menjadi pendiam dan bertanya, "Kamu kenapa? Kok diam aja?" selama perempuan belum menemukan cara yang pas, mungkin dia akan tetap menjawab, "Aku baik-baik saja."

Jadi kesimpulannya, ketika seorang perempuan mengatakan bahwa ia baik-baik aja, nothing is wrong—nggak usah buru-buru browsing di internet cara memecahkan kode di balik kata-kata tersebut. Kadang para perempuan memang membutuhkan waktu untuk memecahkan masalah dia sendiri, tanpa perlu menceritakannya terlebih dahulu kepada pasangan.

Tapi tentu saja ada pengecualian dari semua yang saya katakan di atas. Kalau pada dasarnya pasangan Anda adalah perempuan yang suka drama, mungkin memang ada pesan yang ingin dia sampaikan kepada Anda. Namun saya rasa, kebanyakan perempuan mungkin beralasan seperti yang saya utarakan di atas.


 *.:。✿ Don't forget to come back again ✿.。.:*






Visit Wahyudi Blog !